oleh

Ops Lilin 2021, Polri Turunkan 83.917 Personil Pada 1.607 Pospam dan 675 Posyan

BANGGAI KEPULAUAN, MPI_Secara serentak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar apel gelar pasukan Operasi (Ops) Lilin 2021 di seluruh jajarannya, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan, termasuk Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), yakni Apel Gelar Pasukan Ops Lilin Tinombala 2021, Kamis (23/12/21).

Seperti yang dilaksanakan oleh Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) yang dilaksanakan di halaman apel Mapolres Bangkep, Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, yang dipimpin Bupati Bangkep Rais D. Adam.

Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep) Rais D. Adam memimpin langsung apel gelar pasukan Ops Lilin Tinombala 2021 Polres Bangkep.

Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Ops Lilin 2021 dalam rangka pengamanan perayaan Natal 2021 dan tahun baru 2022.

Baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, pemerintah daerah dan mitra kamtibmas lainnya.

Ops Lilin 2021 yang berlangsung selama 10 hari, 24 Desember 2021 hingga 02 Januari 2022 dilaksanakan dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis serta penegakan hukum secara tegas dan profesional dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Pada Ops Lilin kali ini Polri menurunkan 83.917 personel, dan didukung 15.842 personel TNI dan 55.086 personel instansi terkait lainnya.

Para personel ini akan ditempatkan pada 1.607 Pos Pengamanan (Pospam) untuk melaksanakan PAM terkait gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas.

Dan 675 Pos Pelayanan (Posyan) untuk melaksanakan PAM di pusat keramaian, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, dan lainnya.

Berdasarkan mapping kerawanan ada beberapa prediksi gangguan kamtibmas yang harus diantisipasi, diantaranya ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras dan aksi perusakan fasilitas umum.

Serta aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.(dewi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed