oleh

TIMUR INDONESIA BERSATU MENYIKAPI KASUS KECELAKAAN MAUT BRIPKA CHRISTIN MEISYE BAFFENY

-Uncategorized-257 views

Menyikapi kasus kecelakaan maut yang merenggut nyawa Bripka Christin Meisye Batfeny asal Tanimbar, Maluku Tenggara Barat (MTB), 36 tahun, anggota Polwan Bidang Propam Polda Papua, pada Rabu 16 September 2020 pagi, maka Ketua Umum sekaligus pendiri Timur Indonesia Bersatu (TIB) Andreas Parapaga asal Kei Maluku Tenggara menghimbau kepada semua pihak lebih khusus kepada pihak keluarga korban untuk mempercayakan persoalan ini kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan ini sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan.

“Kita ini hidup di negara hukum, jadi siapapun yang melakukan pelanggaran hukum sudah pasti akan di proses tanpa pandang bulu. Jadi, marilah kita serahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya sesuai hukum yang berlaku di bangsa ini.” Kata Andreas Parapaga.

“Kita memiliki budaya dan adat timur yang nilai kekeluargaannya sangat tinggi sehingga menghadapi persoalan-persoalan seperti ini, marilah kita kedepankan proses hukum dan adat ketimuran yang kita miliki sehingga kedamaian itu selalu terjaga dalam kehidupan bermasyarakat kita sebagai orang Timur.” Lanjut Andreas Parapaga.

Hal senada juga di sampaikan Andreas Rehiary asal Maluku Barat Daya (MBD), salah satu pendiri Timur Indonesia Bersatu (TIB).

“Hukum tidak memandang jabatan, sehingga siapapun yang melakukan tindakan yang melanggar hukum, wajib di proses secara hukum. Oleh karena itu, semua orang harus berdiam diri dan menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada pihak kepolisian untuk memprosesnya sesuai hukum yang berlaku di bangsa ini tanpa pandang bulu. Saya menghimbau kepada pihak keluarga untuk tenang dan tidak melakukan tindakan yang berakibat pada pelanggaran hukum juga.” Kata Andreas Rehiary

Lebih lanjut dia katakan bahwa ; “Para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat berperan aktif untuk menenangkan pihak keluarga sehingga pihak persoalan dapat di selesaikan dengan baik.”

Untuk di ketahui bahwa kecelakaan maut merenggut nyawa seorang Polisi Wanita (Polwan) di Jalan Ardipura Kota Jayapura, Papua, tepatnya di tikungan dekat Bengkel Alfian Polimak I Distrik Jayapura Selatan, Rabu 16 September 2020, sekitar pukul 07.30 WIT.
Mobil Toyota Hilux yang dikemudikan Wakil Bupati Yalimo, Erdi Dabi, 31 tahun, melaju dengan kecepatan tinggi hingga mengambil jalur berlawan dan menabrak motor Yamaha N-Max yang dikendarai Bripka Christin M Batfeny, 36 tahun, anggota Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Papua.(Ine)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed