HUBUNGAN AGAMA DAN BISNIS Islam dan Khonghucu

Jakarta ,7 Oktober 2019

Mengawai materi pada sesi dialog siang hariini , saya ingin mengutip 2 ayat terdapat dalam Kitab Suci Si Shu, yaitu :

Nabi bersabda: ” Kaya dan berkedudukan mulia ialah keinginan setiap orang, Tetapi bila tidak dapat dicapai dengan Jalan Suci janganlah ditempati. Miskin dan berkedudukan rendah ialah kebencian setiap arang, tetapl bila tidak dapat disingkiri dengan jalan suci jangan ditinggalkan. ”

” Pemimpin Negara yang hanya mengutamakan harta saja, menunjukan dia seorang rendah budi. Jika perbuatan rendah budi dianggap baik, maka akan datanglah malapetaka bagi Negara itu.

Kutipan ayat-ayat suci tersebut dipergunakan dalam konteks bisnis , mengatur tentang cara atau jalan yang dapat diambil seorang pengusaha untuk dapat menjadi kaya dan berkedudukan mulia. Pebisnis dapat menjadi kaya dalam prosesnya dicapai dengan Jalan Suci ( Dao ) dan pembisnis dapat menjadi kaya dalam prosesnya dicapai dengan ingkar dari Jalan Sucl (Dao). Langkah mana yang diambil tentunya menimbulkan konsekuensl yang berbeda.

Dari penjelasan tersebut diatas, secara umum hubungan lnteraksi antara bisnis dan agama membentuk 2 hubungan interaktif , yaitu :

1. Agama dipisahkan dari bisnis

Antara agama dan bisnis bersifat berlawanan / bertentangan (paradoks) . Agama diasumsikan sebagai hal yang sakral, sementara bisnis merupakan kegiatan yang tidak bersangkutan dengan agama atau tujuan keagamaan. pemikiran ini tentunya menjadikan agama dan bisnis pada hal yang berlawanan. Agama akan di anggap kotor apabila dipadukan dengan kegiatan bisnis. Demikian pula, bisnis akan dinilai lambat dan kurang berkembang apabila ia diintervensi oleh Agama. Bisnis yang seperti ini lazimnyadinyatakan sebagai lmora/ business

2.Agama diselaraskan dengan bisnis

Secara garis besar, ajaran agama mengandung dua dimensi , yaitu vertical dan horizontal. Dimensi vertical memuat hubungan antara manusia dan Tuhannya. Dimensi horizontal mengandung hubungan antara manusla dengan mahluk Tuhan lainnya.

Kegiatan bisnis di atur oleh agama sebagai hubungan antara sesama manusia dalam memenuhi kebutuhan nya masing masing Kita dapat menjadikan nafas / spirit ajaran agama sebagai landasan atau dasar dalam pengelolaan bisnis . Penerapan ajaran agama dalam pengelolaan suatu biania dapat terefleksikan mulai dari pembentukan visi perusahaan, kultur perusahaan, etika yang memuat nilai nilai moral dalam perusahaan. sehingga kegiataan bisnis dapat terarah pada kebaikan.

Paduan Antara agama dan bisnis membentuk Suatu support system diantara Keduanya

a.Bisnis yang menggunakan nilai nilai agama akan membuat bisnis tersebut terarah pada moral yang terpuji .semakin tinggi nilai keagamaan yang dipraktekkan dalam bisnis , semakin tinggi pula tingkat keberhasilan bisnis .

b.Ajaran agama mengenai filantropi seperti zakat , corporate social Responsibility ( CSR ) memerlukan harta yang diperoleh dari kegiatan bisnis .Semakin tinggi , semakin berkembang sebuah bisnis ,semakin tinggi pula pengalaman ajaran islam

Related posts

Leave a Comment